Gadis kecil dan Amblyopia

Belum genap 6 tahun usianya, namun rencana Allah berkata lain untuknya. Ia di diagnosa dokter mengidap penyakit mata amblyopia. Amblyopia (lazy eye) adalah pengurangan ketajaman visual pada mata yang mengganggu perkembangan penglihatan selama masa bayi dan anak usia dini. … Hal ini dapat terjadi bahkan pada mata dengan struktur normal. Amblyopia biasanya hanya terjadi pada satu mata, tetapi dapat pula mempengaruhi kedua mata.

Apa saja tanda-tanda dan gejala amblyopia?

Tanda-tanda umum dari amblyopia menurut http://www.hellosehat.com adalah:

  • Mata yang mengarah ke dalam atau ke luar
  • Mata yang terlihat tidak bekerja sama
  • Persepsi kedalaman yang buruk
  • Juling
  • Kepala miring
  • Hasil pemeriksaan mata yang abnormal
  • Kecenderungan untuk menabrak objek pada satu sisi
  • Penglihatan ganda

Ada banyak faktor yang memicu munculnya amblyopia menurut http://www.hellosehat.com, yaitu:

  •  Membeloknya mata
  • Genetik atau riwayat keluarga
  • Level penglihatan yang berbeda pada masing-masing mata
  • Kerusakan pada salah satu mata akibat trauma
  • Menurunnya salah satu kelopak mata
  • Defisiensi vitamin A
  • Luka pada kornea
  • Operasi mata
  • Gangguan penglihatan, seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme
  • Glaukoma, yaitu tekanan tinggi pada mata yang dapat menyebabkan masalah penglihatan dan kebutaan
  • Keterbatasan perkembangan

Sontak hal ini membuat Ia dan orang tuanya kaget, butuh waktu untuk meyakinkan dirinya akan penyakit mata yang diderita. Tak ada penyakit yang tak bisa di obati, demikian orang tuanya mencoba menguatkan. Jika melihat dari faktor yang memicu ternyata hal terbesar mengapa gadis kecil ini mengidap amblyopia adalah karena genetika, di usia yang sama Ayahnya dulu juga mengalami hal seperti dirinya dengan besar minus dan silindris yang sama pula.

Menggunakan kacamata menjadi salah satu solusi meskipun dengan besar minus yang jauh dari seharusnya, paling tidak penglihatannya bisa dikoreksi sedikit demi sedikit. Awal menggunakan kacamata membuat dirinya merasa tidak percaya diri, apalagi stigma negatif orang-orang yang langsung menghakimi seperti ” Kok pake kacamata masih kecil? pasti main games terus ya! atau nonton tv terus ya!” .

Ayah dan Ibunya lah yang terus menguatkan bahwa tidak mengapa menggunakan kacamata, tidak ada yang salah, semua sudah terjadi atas ketentuan Allah insyaallah pasti ada hikmahnya.

Bilangan hari pun berganti, kini Ia tumbuh menjadi gadis kecil yang tak lagi risau dengan penglihatannya pun dengan omongan orang yang seolah melihatnya sebelah mata. Manusia punya kekurangan dan kelebihan, ketika Allah memberikan kekurangan di satu sisi, pastilah Ia melebhkannya di sisi yang lain. 3 tahun berlalu semenjak vonis Amblyopia, alhamdulillah kondisi penglihatannya sudah mencapai 90%, dengan kacamata berminus tebal dan slilindris besar tak lagi mengurangi kepercayaan dirinya di depan khalayak ramai bahkan Ia mampu menunjukkan bahwa dirinya masih bisa berprestasi dengan baik di sekolah.

Jangan pernah menyerah dengan kekurangan yang kita miliki namun jadikanlah hal itu sebagai penyemangat untuk terus maju meraih mimpi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: